Kamis, 29 September 2016

peserta didik sebagi faktor pendidikan

MAKALAH
PENGANTAR PENDIDIKAN
 peserta didik sebagai faktor pendidikan









Pembimbing        : Ikke Indra Rukmana, M.Pd
Oleh                       : kelompok 5
Anggota               :  1. Moch Viky Saifudin
2. Bibit Basihrotul Azizah

FKIP
MATEMATIKA I A/ PAGI
UNIVERSITAS ISLAM DARUL ‘ULUM

LAMONGAN

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
  Salah satu komponen dalam system pendidikan adalah adanya peserta didik, peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam system pendidikan, sebab seseorang tidak bisa dikatakan sebagai pendidik apabila tidak ada yang dididiknya.
  Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan itu dilingkungan keluarga, sekolah maupun dilingkkungan masyarakat dimana anak tersebut berada. Sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajibanya serta melaksanakanya.
        Namun itu semua tidak terlepas dari keterlibatan pendidik, karena seorang pendidiklah yang sangat berpengaruh.   

B.     Rumusan masalah
1.    Apa pengertian peserta didik?
2.    Apa yang dimaksud karakteristik pesera didik?
3.    Kapan batasan pendidikan berakhir?

C.     Tujuan
1.      Mengetahui tentang peserta didik
2.      Mengetahui tentang karakteristik peserta didik
3.      Mengetahui batasan batasan pendidikan




BAB II PEMBAHASAN
A.    Peserta didik sebagai faktor pendidikan
1.         Pengertian peserta didik
peserta didik adalah seorang individu yang tengah mengalami fase perkembangan atau pertumbuhan baik dari segi fisik dan mental maupun fikiran.Peserta didik juga terdapat pada pasal 1 ayat 4 UU RI No. 20 Tahun 2003 yaitu tentang system pendidikan nasional.
Sebagai individu yang tengah mengalami fase perkembangan, tentu peserta didik tersebut masih banyak memerlukan bantuan, bimbingan dan arahan untuk menuju kesempurnaan.Berdasarkan hal tersebut secara singkat dapat dikatakan bahwa setiap peserta didik memiliki eksistensi atau kehadiran dalam sebuah lingkungan, seperti halnya sekolah, keluarga, pesantren bahkan dalam lingkungan masyarakat. Dalam proses ini peserta didik akan banyak sekali menerima bantuan yang mungkin tidak disadarinya.
Didalam proses pendidikan seorang peserta didik yang berpotensi adalah objek atau tujuan dari sebuah sistem pendidikan yang secara langsung berperan sebagai subjek atau individu yang perlu mendapat pengakuan dari lingkungan sesuai dengan keberadaan individu itu sendiri. Sehingga dengan pengakuan tersebut seorang peserta didik akan mengenal lingkungan dan mampu berkembang dan membentuk kepribadian sesuai dengan lingkungan yang dipilihnya dan mampu mempertanggung jawabkan perbuatannya pada lingkungan tersebut.Sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajibanya serta melaksanakanya.
Peserta didik juga dikenal dengan istilah lain seperi Siswa, Mahasiswa, Warga Belajar, Palajar, Murid serta Santri.
Ø  Siswa adalah istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Ø  Mahasiswa adalah istilah umum bagi peserta didik pada jenjang pendidikan perguruan tinggi
Ø  Warga Belajar adalah istilah bagi peserta didik nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
Ø  Pelajar adalah istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan formal tingkat menengah maupun tingkat atas
Ø  Murid memiliki definisi yang hampir sama dengan pelajar dan siswa.
Ø  Santri adalah istilah bagi peserta didik pada jalur pendidikan non formal, khususnya pesantren atau sekolah-sekolah yang berbasiskan agama islam.
Pendidikan merupakan bantuan bimbingan yang diberikan pendidik terhadap peserta didik menuju kedewasaannya. Sejauh dan sebesar apapun bantuan itu diberikan sangat berpengaruh oleh pandangan pendidik terhadap kemungkinan peserta didik utuk di didik.
Adapun peserta didik dapat di klasifikasikan sebagai berikut ;
a.         Peserta didik dalam lingkungan keluarga.
Keluarga sangat lah penting dalam proses belajar karena dalam lingkungan ini terletak dasar pendidikan, diantara peserta didik dalam keluarga adalah anak. Dan pengaaruhnya pun sangatlah besar.
b.        Peserta didik dalam lingkungan asrama.
Asrama merupakan tempat berkumpulnya peserta didik yang biasanya memiliki alasan yang sama alasan yang sama.
c.         Peserta didik dalam lingkungan perkumpulan remaja.
Dalam perkumpulan remaja, seperti organisasi-organisasi, dapat menyalurkan hasrat dan kegiatan, terdapat peserta didik yang pada umumnya anak-anak yang berumur diatas dua balas tahun.
d.        Peserta didik dalam lingkungan kerja.
Kehidupan dewasa ini menuntut lebih benyak mengutamakan ketahanan fisik dan mental, karena diatas pundak mereka terpikul kewajiban-kewajiban yang lebih berat.Oleh sebab itu mereka sangat membutuhkan pendidikan yang berbobot dalam segi pengetahuan, akhlak maupun keterampilan.
e.         Peserta didik dalam lingkungan sekolah.
Sekolah merupakan tempat berkumpulnya anak-anak yang berbeda kelas dan tingkat pengathuannya, mereka memperoleh pendidikan dari guru-guru mereka, berupa ilmu pengetahuan (intelek), menanamkan kepribadian yang baik dan mengajarkan bersosialisasi.sekolah merupakan suatu lembaga yang membantu untuk tercapainya cita-cita keluarga dan masyarakat.

2.         Karakteristik peserta didik
Karakteristik Individu sebagai Peserta Didik Karakteristik (kepribadian) individu dibentuk oleh perpaduan antara faktor pembawaan dan lingkungan. Karakteristik bawaan,  baik yang bersifat biologis maupun psikologis, dimiliki sejak lahir. Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap ,sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan. Selain karakteristik bawaan, kepribadian juga dipengaruhi oleh lingkungan.Apa yang dipikirkan, dikerjakan, atau dirasakan seseorang, mrupakan hasil perpaduan antara apa yang ada di antara faktor-faktor
Karakteristik peserta didik merupakan salah satu aspek atau kualitas perseorangan peserta didik. Kualitas ini bisa berupa bakat, minat, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir, dan kemampuan awal yang telah dimilikinya. Karakteristik peserta didik sangat berpengaruh dalam pemilihan strategi pengelolaan yang berkaitan dengan bagaimana menata pembelajaran, khususnya komponen-komponen strategi pembelajaran, agar sesuai dengan karakteristik perseorangan.
Ada begitu banyak karakteristik yang bisa diidentifikasi dalam diri siswa yang dapat membawa pengaruh pada pelaksanaan dan hasil pengajaran secara keseluruhan.Peserta didik jumlahnya sangat banyak dan masing-masing mempunyai karakter-karakter tersendiri. Pada perkembangan karakter peserta didik, tidak ada karakter/kepribadian dan sifat-sifat yang benar-benar sama. Tiap anak adalah individu yang unik  dan mempunyai pengalaman belajar dalam penyesuaian diri dan sosial yang berbeda secara pribadi. Kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan dengan baik apabila kita tidak memahami karakteristik peserta didik.

3.         Batas – batas pendidikan
Batas – batas pendidikan adalah hal-hal yang menyangkut masalah kapan pendidikan itu dimulai dan kapan pendidikan itu berakhir.Pada pendidikan yang sesungguhnya dari anak dituntut pengertian bahwa ia harus memahami apa yang dikehendaki oleh pemegang kewibawaan dan menyadari bahwa hal yang di ajarkan adalah perlu baginya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa diri utama dari pendidikan yang sesungguhnya ialah adanya kesiapan interaksi edukatif antara pendidik dan terdidik.

Oleh karena itu manusia harusnya dibimbing dan diarahkan sejak awal pertumbuhannya agar kehidupannya berjalan mulus.Bimbingan yang dilakukan sejak dini mempunyai pengaruh amat besar sekali bagi kehidupan masa dewasa.
Zakiyah Derajat berpendapat bahwa usia 3-4 tahun dikenal sebagai masa pembangkang. Dari segi pendidikan justru pada masa itu terbuka peluang ketidak patuhan yang sekaligus merupakan landasan untuk menegakkan kepatuhan yang sesungguhnya.Setelah itu anak mulai memiliki kesadaran batin atau motivasi dalam perilakunya.jadi usia yang paling tepat pada usia 3-4 tahun.
Untuk menetapkan batas akhir pendidikan perlu adanya criteria, bolehkah pendidikan diakhiri atau belum, antara lain :
a)         Telah dapat bertindak secara merdeka untuk mandiri pribadi secara susila dan social
b)        Telah sanggup menyambut dan merebut kedewasaan
c)         Telah berani dan dapat memikul tanggung jawab




























BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
peserta didik adalah seorang individu yang tengah mengalami fase perkembangan atau pertumbuhan baik dari segi fisik dan mental maupun fikiran.peserta didik masih banyak memerlukan bantuan, bimbingan dan arahan untuk menuju kesempurnaan.Pendidikan merupakan bantuan bimbingan yang diberikan pendidik terhadap peserta didik menuju kedewasaannya.
Karakteristik Individu sebagai Peserta Didik Karakteristik (kepribadian) individu dibentuk oleh perpaduan antara faktor pembawaan dan lingkungan. Karakteristik bawaan,  baik yang bersifat biologis maupun psikologis, dimiliki sejak lahir.. Peserta didik jumlahnya sangat banyak dan masing-masing mempunyai karakter-karakter tersendiri.
Batas – batas pendidikan adalah hal-hal yang menyangkut masalah kapan pendidikan itu dimulai dan kapan pendidikan itu berakhir.Oleh karena itu manusia seyogyanya dibimbing dan diarahkan sejak awal pertumbuhannya agar kehidupannya berjalan mulus.Untuk menetapkan batas akhir pendidikan perlu adanya criteria yang harus dipenuhi.


B.     Saran
Manusia yang menjadi peserta didik harus mampu memahmi kedudukanya, dan mengerti serta melaksankan hak dan tanggung jawabnya dalam proses pendidikan, peserta didik sangat erat kaitannya dengan pendidik, jadi diharapkan bagi pendidik agar memahami dimensi-dimensi yang akan dikembangkan dalam diri peserta didik tersebut, serta memberikan pemahaman kepada peserta didik tersebut agar mereka mengetahui potensi yang dimilikinya, Dengan tujuan untuk mengharapkan tercapainya tujuan pendidikan yang diharapakan.



Daftar pustaka
Ø  Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan. Jakarta : PT. Rineka Cipta. 1991.
Ø  Kosim, Moh, 2006. PengantarIlmuPendidikan,Pamekasan : STAInPamekasan
Ø  H. Moh. Kosim, M, Ag, PengantarIlmuPendidikan, (Pamekasan : STAIN Pamekasan Press, 2006), hlm., 60-63. Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo, Pengantar Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005),

1 komentar: