MAKALAH
PENGANTAR PENDIDIKAN
Pembimbing : Ikke Indra Rukmana, M.Pd
Oleh : kelompok 5
Anggota :
1. Moch Viky Saifudin
2. Bibit
Basihrotul Azizah
FKIP
MATEMATIKA I A/ PAGI
UNIVERSITAS ISLAM DARUL ‘ULUM
LAMONGAN
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Salah satu komponen dalam system pendidikan adalah adanya peserta didik,
peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam system pendidikan,
sebab seseorang tidak bisa dikatakan sebagai pendidik apabila tidak ada yang
dididiknya.
Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan
melalui pendidikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan itu
dilingkungan keluarga, sekolah maupun dilingkkungan masyarakat dimana anak
tersebut berada. Sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajibanya
serta melaksanakanya.
Namun itu semua tidak terlepas dari keterlibatan pendidik, karena seorang
pendidiklah yang sangat berpengaruh.
B.
Rumusan masalah
1.
Apa pengertian peserta didik?
2.
Apa yang dimaksud karakteristik pesera didik?
3.
Kapan batasan pendidikan berakhir?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui tentang peserta didik
2.
Mengetahui tentang karakteristik peserta didik
3.
Mengetahui batasan batasan pendidikan
BAB II PEMBAHASAN
A.
Peserta didik sebagai
faktor pendidikan
peserta didik adalah seorang individu yang
tengah mengalami fase perkembangan atau pertumbuhan baik dari segi fisik dan
mental maupun fikiran.Peserta didik juga terdapat pada pasal 1 ayat 4 UU RI No.
20 Tahun 2003 yaitu tentang system pendidikan nasional.
Sebagai
individu yang tengah mengalami fase perkembangan, tentu peserta didik tersebut
masih banyak memerlukan bantuan, bimbingan dan arahan untuk menuju
kesempurnaan.Berdasarkan hal tersebut secara singkat dapat dikatakan bahwa
setiap peserta didik memiliki eksistensi atau kehadiran dalam sebuah
lingkungan, seperti halnya sekolah, keluarga, pesantren bahkan dalam lingkungan
masyarakat. Dalam proses ini peserta didik akan banyak sekali menerima bantuan
yang mungkin tidak disadarinya.
Didalam
proses pendidikan seorang peserta didik yang berpotensi adalah objek atau
tujuan dari sebuah sistem pendidikan yang secara langsung berperan sebagai
subjek atau individu yang perlu mendapat pengakuan dari lingkungan sesuai
dengan keberadaan individu itu sendiri. Sehingga dengan pengakuan tersebut
seorang peserta didik akan mengenal lingkungan dan mampu berkembang dan
membentuk kepribadian sesuai dengan lingkungan yang dipilihnya dan mampu
mempertanggung jawabkan perbuatannya pada lingkungan tersebut.Sebagai peserta
didik juga harus memahami hak dan kewajibanya serta melaksanakanya.
Peserta
didik juga dikenal dengan istilah lain seperi Siswa, Mahasiswa, Warga Belajar,
Palajar, Murid serta Santri.
Ø Siswa adalah
istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Ø Mahasiswa
adalah istilah umum bagi peserta didik pada jenjang pendidikan perguruan tinggi
Ø Warga Belajar
adalah istilah bagi peserta didik nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM)
Ø Pelajar adalah
istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan formal
tingkat menengah maupun tingkat atas
Ø Murid memiliki
definisi yang hampir sama dengan pelajar dan siswa.
Ø Santri adalah
istilah bagi peserta didik pada jalur pendidikan non formal, khususnya
pesantren atau sekolah-sekolah yang berbasiskan agama islam.
Pendidikan
merupakan bantuan bimbingan yang diberikan pendidik terhadap peserta didik
menuju kedewasaannya. Sejauh dan sebesar apapun bantuan itu diberikan sangat
berpengaruh oleh pandangan pendidik terhadap kemungkinan peserta didik utuk di
didik.
Adapun
peserta didik dapat di klasifikasikan sebagai berikut ;
a.
Peserta didik dalam
lingkungan keluarga.
Keluarga sangat
lah penting dalam proses belajar karena dalam lingkungan ini terletak dasar
pendidikan, diantara peserta didik dalam keluarga adalah anak. Dan pengaaruhnya
pun sangatlah besar.
b.
Peserta didik dalam
lingkungan asrama.
Asrama
merupakan tempat berkumpulnya peserta didik yang biasanya memiliki alasan yang sama
alasan yang sama.
c.
Peserta didik dalam
lingkungan perkumpulan remaja.
Dalam perkumpulan remaja, seperti
organisasi-organisasi, dapat menyalurkan hasrat dan kegiatan, terdapat peserta
didik yang pada umumnya anak-anak yang berumur diatas dua balas tahun.
d.
Peserta didik dalam
lingkungan kerja.
Kehidupan dewasa ini menuntut lebih benyak
mengutamakan ketahanan fisik dan mental, karena diatas pundak mereka terpikul
kewajiban-kewajiban yang lebih berat.Oleh sebab itu mereka sangat membutuhkan
pendidikan yang berbobot dalam segi pengetahuan, akhlak maupun keterampilan.
e.
Peserta didik dalam
lingkungan sekolah.
Sekolah merupakan tempat berkumpulnya anak-anak
yang berbeda kelas dan tingkat pengathuannya, mereka memperoleh pendidikan dari
guru-guru mereka, berupa ilmu pengetahuan (intelek), menanamkan kepribadian
yang baik dan mengajarkan bersosialisasi.sekolah merupakan suatu lembaga yang
membantu untuk tercapainya cita-cita keluarga dan masyarakat.
2.
Karakteristik
peserta didik
Karakteristik
Individu sebagai Peserta Didik Karakteristik (kepribadian) individu dibentuk
oleh perpaduan antara faktor pembawaan dan lingkungan. Karakteristik
bawaan, baik yang bersifat biologis maupun psikologis, dimiliki sejak
lahir. Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis
cenderung lebih bersifat tetap ,sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan
faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan
lingkungan. Selain karakteristik bawaan, kepribadian juga dipengaruhi oleh
lingkungan.Apa yang dipikirkan, dikerjakan, atau dirasakan seseorang, mrupakan
hasil perpaduan antara apa yang ada di antara faktor-faktor
Karakteristik
peserta didik merupakan salah satu aspek atau kualitas perseorangan peserta
didik. Kualitas ini bisa berupa bakat, minat, motivasi belajar, gaya belajar,
kemampuan berpikir, dan kemampuan awal yang telah dimilikinya. Karakteristik
peserta didik sangat berpengaruh dalam pemilihan strategi pengelolaan yang
berkaitan dengan bagaimana menata pembelajaran, khususnya komponen-komponen
strategi pembelajaran, agar sesuai dengan karakteristik perseorangan.
Ada
begitu banyak karakteristik yang bisa diidentifikasi dalam diri siswa yang
dapat membawa pengaruh pada pelaksanaan dan hasil pengajaran secara
keseluruhan.Peserta didik jumlahnya sangat banyak dan masing-masing mempunyai
karakter-karakter tersendiri. Pada perkembangan karakter peserta didik, tidak
ada karakter/kepribadian dan sifat-sifat yang benar-benar sama. Tiap anak
adalah individu yang unik dan mempunyai pengalaman belajar dalam
penyesuaian diri dan sosial yang berbeda secara pribadi. Kegiatan belajar
mengajar tidak dapat berjalan dengan baik apabila kita tidak memahami
karakteristik peserta didik.
3.
Batas – batas
pendidikan
Batas
– batas pendidikan adalah hal-hal yang menyangkut masalah kapan pendidikan itu
dimulai dan kapan pendidikan itu berakhir.Pada pendidikan yang sesungguhnya
dari anak dituntut pengertian bahwa ia harus memahami apa yang dikehendaki oleh
pemegang kewibawaan dan menyadari bahwa hal yang di ajarkan adalah perlu
baginya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa diri utama dari pendidikan yang
sesungguhnya ialah adanya kesiapan interaksi edukatif antara pendidik dan
terdidik.
Oleh
karena itu manusia harusnya dibimbing dan diarahkan sejak awal pertumbuhannya
agar kehidupannya berjalan mulus.Bimbingan yang dilakukan sejak dini mempunyai
pengaruh amat besar sekali bagi kehidupan masa dewasa.
Zakiyah
Derajat berpendapat bahwa usia 3-4 tahun dikenal sebagai masa pembangkang. Dari
segi pendidikan justru pada masa itu terbuka peluang ketidak patuhan yang
sekaligus merupakan landasan untuk menegakkan kepatuhan yang
sesungguhnya.Setelah itu anak mulai memiliki kesadaran batin atau motivasi
dalam perilakunya.jadi usia yang paling tepat pada usia 3-4 tahun.
Untuk
menetapkan batas akhir pendidikan perlu adanya criteria, bolehkah pendidikan
diakhiri atau belum, antara lain :
a)
Telah dapat bertindak secara merdeka untuk
mandiri pribadi secara susila dan social
b)
Telah sanggup menyambut dan merebut kedewasaan
c)
Telah berani dan dapat memikul tanggung jawab
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
peserta
didik adalah seorang individu yang tengah mengalami fase perkembangan atau
pertumbuhan baik dari segi fisik dan mental maupun fikiran.peserta didik masih
banyak memerlukan bantuan, bimbingan dan arahan untuk menuju
kesempurnaan.Pendidikan merupakan bantuan bimbingan yang diberikan pendidik
terhadap peserta didik menuju kedewasaannya.
Karakteristik
Individu sebagai Peserta Didik Karakteristik (kepribadian) individu dibentuk
oleh perpaduan antara faktor pembawaan dan lingkungan. Karakteristik
bawaan, baik yang bersifat biologis maupun psikologis, dimiliki sejak
lahir.. Peserta didik jumlahnya sangat banyak dan masing-masing mempunyai
karakter-karakter tersendiri.
Batas
– batas pendidikan adalah hal-hal yang menyangkut masalah kapan pendidikan itu
dimulai dan kapan pendidikan itu berakhir.Oleh karena itu manusia seyogyanya
dibimbing dan diarahkan sejak awal pertumbuhannya agar kehidupannya berjalan
mulus.Untuk menetapkan batas akhir pendidikan perlu adanya criteria yang harus
dipenuhi.
B.
Saran
Manusia yang
menjadi peserta didik harus mampu memahmi kedudukanya, dan mengerti serta
melaksankan hak dan tanggung jawabnya dalam proses pendidikan, peserta didik
sangat erat kaitannya dengan pendidik, jadi diharapkan bagi pendidik agar
memahami dimensi-dimensi yang akan dikembangkan dalam diri peserta didik
tersebut, serta memberikan pemahaman kepada peserta didik tersebut agar mereka
mengetahui potensi yang dimilikinya, Dengan tujuan untuk mengharapkan
tercapainya tujuan pendidikan yang diharapakan.
Daftar pustaka
Ø Abu Ahmadi dan
Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan. Jakarta : PT. Rineka Cipta. 1991.
Ø Kosim, Moh,
2006. PengantarIlmuPendidikan,Pamekasan : STAInPamekasan
Ø H. Moh. Kosim,
M, Ag, PengantarIlmuPendidikan, (Pamekasan : STAIN Pamekasan Press,
2006), hlm., 60-63. Tirtarahardja,
Umar dan S.L. La Sulo, Pengantar Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005),
terima kasih info andan sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus